KEKERASAN TERHADAP PEMBANTU RUMAH TANGGA

Beberapa kisah mengenai masih banyaknya terjadi kekerasan terhadap Pembantu Rumah Tangga (PRT),dihimpun dari berbagai Sumber

    GABUNG HARI INI BERSAMA SEKOLAH INTERNET MARKETING TERBESAR DI INDONESIA

    DAPATKAN DISCOUNT 25% UNTUK BULAN PERTAMA

    _______________________________________________________________________

Jumat, 10 Agustus 2007


Derita Nestapa Dua Pembantu

DIPUKULI LALU DISEKAP DI LEMARI


Sudah begitu banyak cerita pembantu yang dianiaya majikannya. Kali ini, kisah pilu itu menimpa dua pembantu asal Lampung. Mereka dianiaya hanya gara-gara minum susu.

Tubuh En (20) dan Ti (21) terbaring lemah di Rumah Sakit Sukanto, Jakarta. Mereka menderita luka di sekujur tubuhnya. Penderitaan mereka seolah bertambah karena tak ada keluarga yang menemani mereka. Maklum, keluarga dua gadis belia ini berada di Lampung. "Tolong, beri kami uang untuk pulang kampung. Kami ingin pulang setelah sembuh," pinta En dan Ti dengan nada memelas.

Nasib En dan Ti menambah panjang deretan pembantu yang dianiaya majikannya. Mereka adalah pembantu rumah tangga yang bekerja di rumah pasangan Erni dan Ir Boike di Jalan Taman Sari, Perumahan Jatinegara Baru, Jakarta Timur. Mereka mengaku sering mendapat perlakuan buruk dari majikan perempuannya. Sekujur tubuh En mulai dari pusar ke bawah, hingga ke jari kaki, tampak melepuh. Telinga sebelah kanan En juga mengalami luka serius. "Aku disiram air panas yang lagi mendidih" ujar En berlahan.

Nasib Ti setali tiga uang. Dengar keluhannya, "Pipi dan lenganku kena cipratan air panas. Memang tak banyak, tapi melepuh juga. Tetapi yang lebih parah di bagian ini (Ti menunjukkan kemaluannya.)," kata Ti sambil menahan sakit.

DISIRAM AIR MENDIDIH
Ketika bekerja beberapa tahun lalu, mereka sebanarnya sudah mendapat perlakuan yang kurang baik. Namun, mereka masih menganggap tindakan majikannya itu masih wajar. Kemalangan mereka berpuncak pada Kamis (19/1) lalu. Kala itu, mereka dituduh mencuri uang sebesar Rp 500 ribu dan minum susu tanpa izin. "Demi Allah, kami tidak mencuri," ujar En dan Ti bersamaan.

Mereka mengaku memang minum susu bubuk milik majikannya. Mereka berani melakukannya karena didorong tubuh mereka yang semakin hari semakin lemas karena tak mendapat makanan yang layak. "Kami sudah beberapa hari tidak dikasih makan. Kata orang, minun susu bisa menahan lapar," papar En yang diamini oleh Ti.

Perbuatan mereka di dapur itu, ternyata dipergoki Erni. Tahu susu untuk anaknya diminum pembantunya, tensi nyonya majikan langsung meroket. Mereka dimaki habis-habisan. "Semua nama binatang disebutkan buat kami. Lalu, Bu Erni memukul kami. Kami dipukul dengan benda apa saja yang ada di dapur. Ada kayu ya pakai kayu, ada selang ya pakai selang. Kami dipukuli seperti binatang," ujar Ti dengan nada lirih.

Tak puas sampai di situ, lanjut gadis tamatan SD ini, Erni langsung merebus air. Lima belas menit kemudian, En dan Ti disuruh berdiri tegap di depan kamar mandi dengan tangan ke atas. Tangan dan kaki Erni terus saja mendarat di wajah dan sekujur tubuh En dan Ti. "Kami tak berani berteriak. Sebab, sudah menjadi kebiasaan Ibu, kalau kami dipukuli terus menjerit atau berteriak, Ibu malah memberikan pukulan yang lebih keras."

Sesaat kemudian, air yang direbus Erni sudah mendidih. Ti melihat saat sang majikan menciduk air panas itu. Paham gelagat buruk, Ti berlindung di balik kamar mandi. "Kudengar En menjerit kesakitan. Aku tahu, dia disiram air panas. Tak lama kemudian, Ibu mendobrak pintu kamar mandi. Giliran aku yang disiram," cerita Ati yang kontan saja merintih pedih.

Ti dan En hanya bisa menangis. Hati mereka begitu pedih. Lebih pedih lagi, sang majikan seolah tak peduli. Hari berikutnya mereka tetap harus bekerja seperi biasa. Meski kondisi mereka lunglai, tetap saja majikannya tak memberi jatah makan selayaknya. "Kami hanya diberi makan sedikit oleh Oma," keluh En.

DISEMBUNYIKAN DI LEMARI
Empat hari setelah kejadian, Ti disuruh majikan perempuannya mencuci mobil di garasi, lepas tengah malam. Padahal, luka akibat siksaan sang majikan belum sembuh. "Aku hampir tak bisa berjalan lagi, tetapi tetap mencuci mobil, sambil ditunggui oleh Ibu dan Bapak. Mungkin saat aku jalan terpincang-pincang, ada warga yang melihat," cerita Ti.

Bermula dari sana kekerasan yang dilakukan Erni terhadap dua pembantunya terbongkar. Sabtu (21/1), cerita Ti, ia mendengar suara gaduh di luar rumah. Ti mendengar suara ketukan. Namun, Ti tidak tahu apa yang terjadi di luar karena rumah majikannya tertutup rapat. "Saat itu, Bapak tengah mandi dan Ibu berada di lantai atas."

Semula Ti tidak paham ketika Erni menyuruhnya dan En naik ke kamar atas. "Karena aku dan En hampir tak bisa menaiki tangga, ibu menyeret kami. Sampai di atas, En disuruh masuk ke lemari gantung, sedangkan aku disuruh turun lagi. Aku disuruh Ibu pura-pura membersihkan lantai. Dia mengancam agar aku tidak cerita pada siapa pun tentang apa yang terjadi."

Ti melihat saat majikannya membukakan pintu. Rupanya polisi datang dan melihat kondisi Ti. Selanjutnya, Ti dibawa ke Polsektro Cakung didampingi kedua majikannya. "Di kantor polisi, aku diancam Ibu agar tak memberi tahu keadaan En. Karena takut, aku bilang pada polisi, En sudah dua hari yang lalu pulang kampung," ceritanya.

En menyambung cerita Ti. "Padahal aku sendiri lagi menahan sakit dan pengap di dalam lemari. Aku lemas dan mungkin mau mati kali," ujar wanita lulusan SMP seraya melirik ke temannya. "Aku tahu, polisi sudah dua kali membuka lemari yang menutupi aku, tapi aku tak berani berteriak. Aku takut ancaman Ibu," ujar En yang kemudian disuruh keluar oleh Boike.

Majikan prianya ini membawa En ke rumah orang tuanya yang kosong di kawasan Jatinegara Barat. "Aku di kasih makan dan diberi pakaian oleh Bapak dan disuruh memegang kunci. Lalu, Bapak meninggalkan aku," ujar En.

INGIN PULANG KAMPUNG
Pintu kebebasan pun datang. En ditemukan warga sekitar dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Ia dilarikan ke Polsek Jatinegara. Akhirnya, En kembali dipertemukan dengan Ti. Mereka pun menceritakan perbuatan Erni pada polisi. En mengisahkan, ketika pertama kali bekerja, mereka masih diperlakukan secara baik. "Aku tiga tahun kerja di sana, sedangkan Ti sudah empat tahun," kisah En yang mengaku dibayar setahun sekali.

Tahun pertama bekerja, mereka mendapatkan gaji tak lebih dari Rp 1 juta. Tahun ke dua dan ke tiga, masing-masing mendapatkan Rp 2 juta. "Di kampung, uang dua juta sudah berguna sekali untuk membantu biaya hidup keluargaku. Saat itu, Ibu tidak segalak sekarang. Kalau marah, paling-paling kami hanya ditampar," papar En yang mengaku sudah tiga kali pulang kampung.

Menurut Ti dan En, majikan prianya sebenarnya tahu perbuatan istrinya. Namun, Boike tak bisa berbuat banyak untuk membantu mereka. "Sebenarnya Bapak tahu, kalau kami tak dikasih makan atau belum makan. Sesekali pulang dari kantor, Bapak memberikan roti kepada kami di luar sepengetahuan istrinya. Kami di suruh makan roti oleh Bapak, jangan sampai ketahuan dengan ibu. Bapak salah juga sih, dia terlalu takut," cerita Ti.

Kini, mereka berharap cepat sembuh. Rencananya, mereka akan pulang kampung. "Aku belum tahu, apakah kelak akan jadi pembantu lagi. Yang penting aku cepat sembuh," harap Ti dan En. Kalaupun jadi pembantu lagi tentu mereka berharap tak akan jadi korban kekerasan majikannya.

JADI GUNJINGAN TETANGGA
Terbongkarnya kasus ini tak lepas dari jasa Musro, seorang buruh bangunan yang sudah dianggap sebagai warga perumahan itu. Musro-lah yang melihat Ti berjalan pincang saat mencuci mobil. Musro mengabarkan kejadian ini kepada warga lain. "Saya dan keamanan di sini melaporkan terjadinya penganiayaan itu."

Musro menceritakan, kejadian itu memang membuat warga marah. Kala itu, sudah berkumpul lebih dari seratus orang yang siap merusak rumah Erni-Boike. "Namun, polisi berhasil mencegah. Nah, setelah seorang pembantu dibawa ke kantor polisi bersama majikannya, kami menggeledah rumah itu. Kami tahu, kok, mereka punya dua pembantu," kata Musro.

Bersama polisi setempat, Musro dan sebagian warga mengecek semua ruangan. Namun, mereka tak menemukan En yang disembunyikan di kamar. "Ternyata saat kita grebek rumah itu, satu pembantunya ada di dalam almari," papar Muso seperti menahan emosi.

Penganiayaan yang dilakukan Erni kepada dua pembantunya, sebenarnya sudah jadi pergunjingan tetangganya. Menurut salah seorang ibu rumah tangga yang enggan disebut namanya, En dan Ti terlihat seperti orang kelaparan dan teraniaya. "Melihat kondisi mereka, sebenarnya warga sudah curiga. Sayangnya, si pembantu itu sendiri tak mau bicara. Kalau ditanya, kenapa mukanya memar, dia tak ma uterus terang. Katanya, jatuh," ujarnya.

Ana, pembantu rumah tangga yang tinggal di rumah sebelah kiri Erni mengungkapkan, ia sering mendengar suara jeritan kecil En atau Ti. "Saya mendengarnya dari dapur rumah majikan saya. Saya juga mendengar seperti orang memukul. Mungkin saat itulah mereka dianiaya. Setelah itu, tak ada lagi suara. Saya menduga, mulut Eni dan Ati debekap pakai kain, " terang Ana.

Kini kasus ini ditangani Polrestro Jakarta Timur. Salah seorang staf Kanit serse membenarkan bahwa nyonya Erni kini masih menjadi tahanan Polres, "Saya tak punya wewenang untuk memberikan pernyataan. Atasan saya sedang ke luar kota. Pelaku juga tak mau ditemui wartawan, mukanya selalu ditutupi oleh tangannya sendiri," ungkapnya.

Sumber : http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=10815&no=2


Selengkapnya!

5 Komentar:

Pada 17 Mei 2017 09.54 , Blogger Ibu Nurhayti mengatakan...

aslamu alaikum wr wb..
bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis
dan berbagi kepada teman2 melalui tempat ini,
sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga
dan mencapai kesuksesan yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki,
namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang,
hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yang saya punya,
akhirnya saya menanggung hutang ke pelanggan-pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 600 juta ,
saya sudah stress dan hampir bunuh diri anak saya 3 orang masih sekolah di smp / sma dan juga anak sememtarah kuliah,tapi suami saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anaka-naknya ditengah tagihan hutang yang menumpuk,
demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue,
ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman
dan bercerita kepadanya, alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya.
dulu katanya dia juga seperti saya setelah bergabung dengan K.H. Tambring Abdullah hidupnya kembali sukses,
awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir
dan melihat langsung hasilnya, `
saya akhirnya bergabung dangan mengunjungi website di www.danainstan.xtgem.com semua petunjuk K.H. Tambring Abdullah saya ikuti dan hanya 1 hari astagfirullahallazim,
alhamdulilah demi allah dan anak saya,
akhirnya 5m yang saya minta benar benar ada di tangan saya,
semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha,
kini saya kembali sukses terimaksih K.H. Tambring Abdullah saya tidak akan melupakan jasa aki.
jika teman teman berminat, yakin dan percaya insya allah,
saya sudah buktikan demi allah silakan kunjungi website di www.danainstan.xtgem.com atau KLIK DISINI

















































































































 
Pada 10 September 2017 07.45 , Blogger PAK SUKIMAN mengatakan...

Maaf jika lewat pasan ini saya publikasikan dan sampaikan kisah sukses saya.
saya seorang TKI DI MALAYSIA
pengen pulang ke indonesia tapi gak ada ongkos
sempat saya putus asa apalagi dengan keadaan susah
gaji istri saya itupun buat makan sehari2. sedangkan hutang banyak
kebetulan istri saya buka-buka internet Dan mendapatkan
nomor MBAH KASSENG (0853-4288-2547) katanya bisa bantu orang melunasi hutang
melalui jalan TOGEL dan dengan keadaan susah, terpaksa saya
hubungi dan minta angka bocoran Toto/malaysia
angka yang di berikan waktu itu 4D 
ternyata betul-betul tembus 100% alhamdulillah dapat 269.jt Oleh Karna itu saya posting no HP MBAH KASSENG ini supaya saudarah-saudara ku di indonesia maupun di luar negri yang sangat kesulitan masalah ekonomi (kesusahan) jangan anda putus asa. Karna jalan masih panjang yang penting anda tdk malu atau takut menghubungi MBAH KASSENG. Semua akan berubah Karna kesuksesan ada pada diri kita sendiri. Yakin dan percaya bahwa itu semua akan tercapai berkat bantuan dari mbah AMIN.
MBAH KASSENG
NO: 0853-4288-2547 / +6285-342-882-547
..

 
Pada 18 September 2017 18.54 , Blogger Unknown mengatakan...

sekedar info sobat Buat yang berada di perantauan Yang Butuh Modal Usaha Atau Punya Utang Banyak,Minat Lewat Pesugihan Tanpa Tumbal Di jamin Aman Dunia Akhirat (Halal) ,telpon saja AKI CAKRAWALA.
(((PESUGIHAN PUTIH UANG NYATA DARI ALAM GAIB DAN NIKAH SIRIH WANITA CANTIK JIN MUSLIM)))
Pengajar: AKI CAKRAWALA
Hp. 082314347999
Pesantren al-hikmah
Besuki-situbondo-jawa timur.
Jika anda mau ritual dirumah tanpa datang kepesantren.
Syarat -syarat.
-beli kain putih dan semprot dengan parfum.maka jin wanita akan siap membawa uang milyaran atau ratusan juta.
—PESUGIHAN PUTIH DANA BAROKAH.AMAN DUNIA AKHIRAT TANPA TUMBAL.
Cukup anda menyembelih hewan kambing sbg sesajen putih.anda akan dibawakan uang melimpah sama jin muslim.
-NIKAH SIRIH SAMA WANITA MENAWAN SAMA JIN MUSLIM.
Dengan menikahi jin muslim anda akan dibantu mencari perantara uang cepat kilat dan jin ini bisa berubah wujud desuai yang diinginkan sang suami/bisa seperti artis idola.
(( Jika kambing dapat uang seratus juta dan jika sapi akan dapat 1-5 milyar lebih))
Buktikan dan kami yakin anda akan bisa dan akan dapat uang melimpah dalam satu malam .
Ini nyata dan terbukti.silahkan anda ritual malam ini dengan bimbingan jarak jauh via telpon di :
082314347999
Pengajar:AKI CAKRAWALA
Hp. 082314347999

 
Pada 18 September 2017 18.54 , Blogger Unknown mengatakan...

sekedar info sobat Buat yang berada di perantauan Yang Butuh Modal Usaha Atau Punya Utang Banyak,Minat Lewat Pesugihan Tanpa Tumbal Di jamin Aman Dunia Akhirat (Halal) ,telpon saja AKI CAKRAWALA.
(((PESUGIHAN PUTIH UANG NYATA DARI ALAM GAIB DAN NIKAH SIRIH WANITA CANTIK JIN MUSLIM)))
Pengajar: AKI CAKRAWALA
Hp. 082314347999
Pesantren al-hikmah
Besuki-situbondo-jawa timur.
Jika anda mau ritual dirumah tanpa datang kepesantren.
Syarat -syarat.
-beli kain putih dan semprot dengan parfum.maka jin wanita akan siap membawa uang milyaran atau ratusan juta.
—PESUGIHAN PUTIH DANA BAROKAH.AMAN DUNIA AKHIRAT TANPA TUMBAL.
Cukup anda menyembelih hewan kambing sbg sesajen putih.anda akan dibawakan uang melimpah sama jin muslim.
-NIKAH SIRIH SAMA WANITA MENAWAN SAMA JIN MUSLIM.
Dengan menikahi jin muslim anda akan dibantu mencari perantara uang cepat kilat dan jin ini bisa berubah wujud desuai yang diinginkan sang suami/bisa seperti artis idola.
(( Jika kambing dapat uang seratus juta dan jika sapi akan dapat 1-5 milyar lebih))
Buktikan dan kami yakin anda akan bisa dan akan dapat uang melimpah dalam satu malam .
Ini nyata dan terbukti.silahkan anda ritual malam ini dengan bimbingan jarak jauh via telpon di :
082314347999
Pengajar:AKI CAKRAWALA
Hp. 082314347999

 
Pada 10 April 2018 08.38 , Blogger Novi Triyanti mengatakan...

Sy tidak tau apa ini cara kebetulan saja atau gimana. Yg jelas sy berani sumpah kalau sy berbohon. Kebetulan saja buka internet dpt nomer ini +6282354640471 Awalnya memang takut hubungi nomer trsbut. Setelah baca-baca artikel nya. ada nama Mbah Suro katanya sih.. bisa bantu orang mengatasi semua masalah nya. baik jalan Pesugihan maupun melalui anka nomer togel. Setelah dengar arahan nya bukan jg larangan agama atau jlan sesat. Tergantung dri keyakinan dan kepercayaan sja. Syukur Alhamdulillah benar2 sudah terbukti sekarang.

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

KEMBALI >>>