KEKERASAN TERHADAP PEMBANTU RUMAH TANGGA

Beberapa kisah mengenai masih banyaknya terjadi kekerasan terhadap Pembantu Rumah Tangga (PRT),dihimpun dari berbagai Sumber

    GABUNG HARI INI BERSAMA SEKOLAH INTERNET MARKETING TERBESAR DI INDONESIA

    DAPATKAN DISCOUNT 25% UNTUK BULAN PERTAMA

    _______________________________________________________________________

Rabu, 08 Agustus 2007

Majikan Sadis Siksa PRT Selama 4 Tahun



BEKASI, WARTA KOTA--Selama empat tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT), Ika (24) disiksa dan dianiaya secara sadis oleh ibu majikannya. Dia selalu dipukuli habis-habisan, bahkan kedua lengan tangannya pernah disetrika. Kasus penganiayaan ini sudah dilaporkan ke Polsek Tambun, Selasa (1/8) lalu.

Dalam surat pengaduan No Pol STPL/487/VII/2006/Sek Tambun, disebutkan telah terjadi penganiayaan terhadap Ika yang dilakukan oleh ibu majikannya sendiri. Untuk memperkuat laporan korban, polisi sudah memintai keterangan dua orang saksi.

Ika kini diamankan di salah satu rumah saudaranya di daerah Tambun. Ditemui Kamis (3/8) siang, kondisi tubuh Ika terlihat sangat mengenaskan. Wajah, leher, telinga, tangan, paha, dan kepala Ika penuh bekas luka. Potongan rambutnya juga acak-acakan.
Kasus penganiayaan yang dialami Ika bertahun-tahun itu, terkuak setelah gadis asal Bengkayang, Kalimantan Barat, ini berhasil kabur dari rumah majikannya ketika ia disuruh berbelanja ke pasar Rawa Kalong. Korban lalu minta tolong kepada pengurus Gereja Bethel Indonesia (GBI), di mana Ika pernah beberapa kali beribadah di situ.

Pertama kali dia (Ika,-Red) datang ke GBI, Sabtu (29/7) pekan lalu. Ketika korban datang ke gereja, kondisinya terluka, tapi dia tidak bercerita secara rinci apa yang ia alami. " Dia hanya minta dibantu doa saja," ucap Gunarto, koster GBI Setia Mekar, ketika ditemui Kamis (3/8) siang.

Hingga hari Selasa lalu, Ika terus datang ke gereja minta didoakan. Pengurus gereja curiga, sebab luka di wajah anak keempat dari tujuh bersaudara ini tampaknya makin parah. "Kami sempat berkonsultasi dengan warga yang kebetulan anggota polisi. Setelah itu, kami membuat laporan ke polisi," ujar Gunarto.
Ika sudah empat tahun bekerja sebagai pembantu di rumah keluarga Ny Rita Yunita (40) di Jalan Raya Karang Satria, RT 04/05, Desa Karang Satria, Tambun. Dia bisa bekerja di keluarga itu, karena ditawari oleh seorang temannya sejak masih tinggal di Singkawang.

Selain sebagai tempat tinggal, rumah majikan Ika yang berada di perumahan Alamanda lama ini juga dipergunakan sebagai tempat usaha salon kecatikan dan jahit baju. Suami Ny Rita yang berinisial So, bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sebuah kantor kepolisian di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Sejak awal bekerja, Ika berkata, ia selalu dimarahi jika tidak becus menyelesaikan pekerjaannya. "Mulanya sih dimarahi pelan-pelan, tapi makin lama makin keras hingga akkhirnya majikan menganiaya saya," ujar Ika. Gadis lulusan SD Singkawang ini pun tidak bisa berbuat apa-apa.
Lantaran tinggal jauh dari keluarganya, Ika berusaha menuruti perlakuan kasar ibu majikannya. "Yang kerap menganiaya sih ibu, kalau bapak cuma ngeliatin saja dan tidak melakukan apa-apa," ucapnya lirih.

Pernah suatu saat Ika ingin melarikan diri, tapi tidak bisa, karena semua pintu terkunci. Ika juga selalu diancam jika berani kabur dan bercerita kepada orang lain. Ia menuturkan, setiap kali melakukan kesalahan dalam bekerja, dia selalu dimarahi dan dipukul ibu majikannya, baik dengan tangan kosong atau dengan benda tajam. "Bahkan saya pernah beberapa kali diancam dengan pisau," tuturnya.

Pernah suatu waktu, lantaran terlalu lama menggosok pakaian, ibu majikannya menjadi kesal dan melampiaskan emosinya dengan menyetrika kedua tangan Ika. Bentuk penyiksaannya lainnya seperti dicubit, ditampar, dicakar, dipukul sapu, disiram air panas, dan dipotong rambutnya.
"Telinga saya jadi seperti ini karena sering dicubit oleh ibu majikan Pak, sampai-sampai daging telinga keluar. Terus bagian telinga saya juga sering ditampar, padahal belum sembuh benar, akhirnya bekas lukanya jadi melipat seperti ini," papar Ika sambil memperlihatkan daun telinga kirinya.

Ternyata, perlakuan kasar yang dilakukan Ny Rita terhadap Ika dibenarkan para tetangganya. Seperti dikatakan Acam, pemilik warung tak jauh dari rumah Ny Rita. Dia bersama istrinya sering mendengar Ika berteriak kesakitan karena dianiaya. "Ya kalau dia melapor, ya memang sudah seharusnya," tandas Acam.
Tetangga Ny Rita yang lain, Ny Upik juga mengatakan hal serupa. Dia bercerita, kepribadian Ny Ritadi lingkungan tempat tinggalnya memang tidak disenangi banyak tetangga. "Pernah pembantunya ditinggal sampai beberapa minggu, tapi nggak dikasih makan. Si Ika sampai pingsan, sebab kelaparan," tutur Ny Upik. Lalu, kata Ny Upik, Ika juga sering menjadi pelampiasan emosi majikannya, padahal dia tidak bersalah. "Yang salah tuh anaknya sendiri, tapi Ika jadi korban," tuturnya.

Pembantu yang setiap hari tidur di lantai ruang tamu ini mengatakan, ibu majikannya sering menganiaya dia dengan alasan stres, karena punya masalah.Bukan itu saja, kehidupan pahit yang dialami Ika, selain dianiaya dan disiksa, selama empat tahun bekerja, gadis yang lahir pada 27 Agustus 1982 ini tidak pernah digaji yang sebelumnya dijanjikan Rp 200.000 per bulannya. "Tapi, kalau mau beli odol, sabun, saya selalu dikasih uang, nanti dipotong gaji," paparnya.

Ketika dikonfirmasi tentang kasus penganiayaan itu, seorang ibu yang sedang menjahit di rumah Ny Rita, dengan santai mengaku bahwa dirinya bukan Rita Yunita. "Oh, ibu Rita nggak di sini, tapi di Cibitung. Kalau saya ibu Sari," kata ibu tersebut sambil menutup pintu rumah.

Namun, ketika ditanya ke Ny Upik, ibu yang sedang menjahit itu memang Ny Rita. "Ya, dia itu Rita, kalau Sari itu nama anaknya. Berarti dia bohong tuh, ketakutan kali," tukas Ny Upik seraya mengatakan, warga mengatakan setuju jika perlakuan kasar Ny Rita terhadap pembantunya dilaporkan ke polisi. (Ded)

Sumber: Warta Kota
http://kompas.com/ver1/Metropolitan/0608/04/052615.htm

Selengkapnya!

1 Komentar:

Pada 10 April 2018 08.35 , Blogger Novi Triyanti mengatakan...

Sy tidak tau apa ini cara kebetulan saja atau gimana. Yg jelas sy berani sumpah kalau sy berbohon. Kebetulan saja buka internet dpt nomer ini +6282354640471 Awalnya memang takut hubungi nomer trsbut. Setelah baca-baca artikel nya. ada nama Mbah Suro katanya sih.. bisa bantu orang mengatasi semua masalah nya. baik jalan Pesugihan maupun melalui anka nomer togel. Setelah dengar arahan nya bukan jg larangan agama atau jlan sesat. Tergantung dri keyakinan dan kepercayaan sja. Syukur Alhamdulillah benar2 sudah terbukti sekarang.

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

KEMBALI >>>